Kamis, 11 Februari 2016

Modifikasi Ringan


Toyota All New Fortuner (ANF) saya adalah tipe VRZ (matik, diesel, tipe terlengkap) yang sudah dilapisi jok kulit. Paint protection juga sudah ada, namun saya masih belum cukup puas karena ini warna hitam. Jauh hari seblumnya saya sudah merencanakan untuk poles/waxing. Dan pilihan saya adalah Kit for New Car karena bisa didapat di kota saya dan harganya terjangkau, hasilnya pun lumayan.

Pulang sudah sore hari, namun karena poles harus segera dilakukan, sebelum kena air hujan, debu bahkan aspal, maka saya pun berniat melembur mengerjakannya sendiri. Hampir saja saya melakukan kesalahan fatal, karena saya siap memoles mobil baru ini dengan KIT Restorative Wax, habis warnanya mirip sih...

KIT New Car dan KIT Restorative

Keesokan harinya bisa kita lihat hasilnya...

Lebih mengkilap

Bisa buat ngaca lho...

Merupakan kebanggaan tersendiri

Poles murah meriah ...


Dipandang-pandang dari berbagai sudut

Supaya lebih awet catnya

A Big Black Shining SUV

Ready to move...


Ternyata foto-foto ini berguna untuk syarat asuransi


Light On..!


Hari berikutnya adalah menggarap interior. ANF VRZ sudah memiliki jok kulit yang lumayan bagus. Namun ternyata ada yang kurang sedikit, yaitu karpet dasar masih standar. Khawatir cepat kotor, maka saya berencana melapisinya dengan karpet dasar sintetis,

Karpet dasar warna hitam biar elegan

First Drive

Sebenarnya saya belum berpengalaman membawa Fortuner, bahkan ini adalah SUV pertama saya. Jadi mungkin untuk perbandingan dengan mobil sekelas yang lain menjadi kurang obyektif.
Baiklah,... kalau begitu akan saya ceritakan saja pengalaman orang awam naik All New Fortuner.

Agak di luar perkiraan saya, membawa mobil segede ini ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Didukung mesin baru 2.4 L dengan torsi 40.8 kgm dan tenaga 149.6 PS sudah cukup untuk membawa bodi yang beratnya lebih dari 2.6 ton ini.

Huff... untuk dapat melihat mesin ini berat banget buka kapnya.
Moga-moga mesinnya bandel, jadi nggak sering-sering buka kap


Cara masuk mobil ini ada 2. Pertama tekan remote untuk membuka kunci. Yang kedua dengan cara menekan tombol di handle pintu. Ada satu cara lagi jika batere remote habis, maka keluarkan kunci dari remote dan masukkan ke lubang kunci seperti mobil-mobil pada umumnya.

Awet nggak ya baterenya?

Kalau saya lebih suka cara ini, nggak perlu merogoh-rogoh kantong cari remote

Untuk menjangkau tempat duduk yang tinggi disediakan handle atau pegangan di dekat kaca depan. Duduk di driver-seat, bisa diatur maju mundur, naik turun dan kemiringannya secara elektrik. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, pakailah sabuk pengaman, karena jika lupa memakainya maka mobil ini cukup cerewet dengan alarm yang berbunyi memekakkan telinga.

Electric Seat. Nggak perlu pakai bantal bagi yang pendek.


Kenalilah dulu tombol-tombolnya, pelajari head unitnya yang cukup rumit sehingga saat mobil sudah berjalan tidak usah mengutak-atiknya karena bisa membahayakan perjalanan.

Untuk masalah head unit/display akan ditulis tersendiri, karena cukup rumit

Injak rem, tekan tombol start sekali saja maka mesin akan menyala. Di luar dugaan saya tentang mobil bermesin diesel, ternyata suara dieselnya cukup halus, tidak begitu terasa getarannya. Bahkan yang cukup membuat saya kagum di hari berikutnya saya lihat knalpot ternyata tidak keluar asap hitam. Walau demikian bau asap diesel masih cukup khas dan mudah dibedakan dengan asap knalpot mobil bensin. Tapi jangan menghirupnya lama-lama ya karena bisa berbahaya.

Selama remote cukup dekat maka dipencet maka mesin akan menyala. Nah bagaimana ya kalau baterai remote habis?


Masukkan perseneling ke tuas D maka mobil akan berjalan. Ada 3 mode mengendarai yaitu ECO-NORMAL-POWER yang bisa diganti dengan menyentuh tombol di dekat tuas perseneling. Eco dipakai jika jalan macet, power jika sedang membutuhkan torsi atau tenaga yang lebih besar. Walau demikian saya belum bisa memperoleh perbedaan konsumsi BBM yang signifikan antara Eco dan Normal Mode.

Eco dan Pwr. Belum bisa ngerasain bedanya. Mungkin kalau ke luar kota nanti baru kerasa.

Berpapasan dengan mobil-mobil lain, seperti CR-V, All New X-Trail dan Pajero Sport seperti berpapasan dengan mobil biasa, karena posisi duduk yang cukup tinggi. Bahkan perasaan mobil yang lebih tinggi hanyalah bus-bus dan truk saja..!

Mencoba melewati jalur sempit juga masih bisa dilalui walau belum cukup pede. Satu hal yang jelas berbeda adalah radius putar, terutama jika akan U-turn maka sangat terasa bahwa kita sedang membawa mobil bongsor. Dibutuhkan ancang-ancang sebelum U-Turn supaya bisa sekali jadi.

Serah Terima

Pada hari ini, tanggal 9 Februari, di pagi hari saya mendapatkan panggilan telepon dari sales Toyota Nasmoco bahwa unit yang saya idam-idamkan sudah siap.Segera saya atur pekerjaan hari ini, dan kami pun janjian untuk serah terima jam 14.00

Kami tiba di Toyota Nasmoco Janti sebelum pukul 14.00. Dari luar sudah nampak sebuah Toyota All New Fortuner warna hitam sudah disiapkan di tempat penyerahan.

All New Fortuner VRZ 4x2 Attitude Black


Sebelum diserahkan, saya diberitahu beberapa hal, kemudian pengoperasian tombol-tombol terutama head unit yg cukup rumit yang menggunakan layar sentuh (touch screen)

Akhirnya Toyota All New Fortuner 2016 terbaru pun di tangan saya, walau sebenarnya baru bayar sebagian kecil, nggak ada 10 % dari harga jual lho. Yang penting asuransi jangan lupa, karena belum berpengalaman membawa mobil sebesar ini jadi asuransi menjadi sangat penting.

A Big Black SUV

ANF saya bawa keluar dari Nasmoco, dan langsung saya menuju pom terdekat untuk mengisi PertaDEX.
Agak kecewa saya ternyata PertaDEX tidak tersedia, maka hanya saya isi biosolar 200 rb atau sekitar 33 liter, dan tangki terisi lebih dari separuh.

Sehabis isi Biosolar Rp 200 ribu, km 24

Demikian proses serah terima dan akhirnya saya bisa mengendarai mobil ini juga sepuasnya.

Pandangan Pertama

Setelah puas browsing tentang All New Fortuner (ANF) ini, tibalah saatnya untuk menyaksikannya langsung. Kami di kota Yogyakarta berkesempatan menyaksikannya dalam pameran di JCM (Jogja City Mall). Setelah diberitahu oleh sales Nasmoco bahwa akan ada pameran di JCM, maka saya segera schedule pekerjaan-pekerjaan saya dan berusaha meluangkan waktu untuk menyaksikannya. Akhirnya pada tanggal 23 Januari 2016, yang merupakan pameran hari ke-2,  saya pun berkunjung ke salah satu mall terbesar di kota Jogja ini. Saat dari luar mall nampak dari kejauhan 1 unit All New Fortuner (ANF) yang dipajang, makin membuat kencang degup jantung saya.

All New Fortuner (G) yang dipajang di luar

Tibalah di area pameran, dimana sudah ditampilkan beberapa unit ANF bersama beberapa All New Kijang Innova dan pameran merk mobil-mobil lainnya. Namun hanyalah satu tujuan saya : All New Fortuner..!
Awal mulanya saya tertarik untuk meminang tipe G AT Diesel, sehingga dalam kesempatan pertama unit dengan tipe ini yang menjadi fokus saya. Unit tipe G yang dipajang adalah warna hitam, warna yang akan saya pilih, dan kebetulan ada barangnya.

 All New Fortuner (G) dengan headlamp halogen

Mula-mula saya lihat tampilan Eksteriornya, dari depan nampak lampu halogen tanpa DRL, dari samping nampak ban yang lebih tebal. Tinggi ban pun saya bandingkan dengan unit VRZ, ternyata sama tingginya. Yang membedakan adalah velg VRZ lebih besar (18 inci) sehingga ban lebih tipis dan lebih enak dilihat.

Ban tipe G tampak lebih tebal karena velg yang digunakan lebih kecil (17 inci)

Untuk tampilan lainnya, unit G belum dilengkapi handle krom, list kaca samping krom sehingga terlihat biasa saja. Untuk bagian belakang hampir tidak dapat dibedakan antara unit G dan VRZ. Setelah mengamati bagian eksterior, saya kemudian melongok ke dalam atau bagian interior. Cukup mengesankan, karena dasbor tipe G sudah dihiasi aksen kulit. Jok tipe G juga berwarna coklat seperti kulit joknya VRZ, sehingga agak susah dibedakan dalam kondisi kurang cahaya.

Tampilan interior tipe G
 
Kekurangan tipe G selain itu adalah tidak ada power back door, tidak bisa GPS (ini bagi saya sangat mengecewakan), tidak ada roof DVD, tidak ada smart start-stop engine, jok tidak bisa naik-turun, lampu kabin konvensional (bohlam).  Dengan harga selisih 34 juta membuat saya berpikir ulang kalau tipe VRZ ternyata lebih value of money.

Tampilan interior tipe VRZ yang lebih mewah


Roof DVD yang dikendalikan dari dashboard

Pelipatan jok belakang

Perbandingan headlamp G dan VRZ. Halogen vs LED Bi-Beam

Jok tengah tipe VRZ

Bagian belakang tipe VRZ dengan tail lamp LED teknologi terbaru

Lama saya tunggu salesnya ternyata belum datang. Begitu datang saya langsung mengubah pesanan saya dari All New Kijang Innova menjadi All New Fortuner VRZ warna hitam, tanpa menambah uang SPK, tetap 2 juta.

Harga resmi on the road, Jogja.