Sebenarnya saya belum berpengalaman membawa Fortuner, bahkan ini adalah SUV pertama saya. Jadi mungkin untuk perbandingan dengan mobil sekelas yang lain menjadi kurang obyektif.
Baiklah,... kalau begitu akan saya ceritakan saja pengalaman orang awam naik All New Fortuner.
Agak di luar perkiraan saya, membawa mobil segede ini ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Didukung mesin baru 2.4 L dengan torsi 40.8 kgm dan tenaga 149.6 PS sudah cukup untuk membawa bodi yang beratnya lebih dari 2.6 ton ini.
Huff... untuk dapat melihat mesin ini berat banget buka kapnya.
Moga-moga mesinnya bandel, jadi nggak sering-sering buka kap
Cara masuk mobil ini ada 2. Pertama tekan remote untuk membuka kunci. Yang kedua dengan cara menekan tombol di handle pintu. Ada satu cara lagi jika batere remote habis, maka keluarkan kunci dari remote dan masukkan ke lubang kunci seperti mobil-mobil pada umumnya.
Awet nggak ya baterenya?
Kalau saya lebih suka cara ini, nggak perlu merogoh-rogoh kantong cari remote
Untuk menjangkau tempat duduk yang tinggi disediakan handle atau pegangan di dekat kaca depan. Duduk di driver-seat, bisa diatur maju mundur, naik turun dan kemiringannya secara elektrik. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, pakailah sabuk pengaman, karena jika lupa memakainya maka mobil ini cukup cerewet dengan alarm yang berbunyi memekakkan telinga.
Electric Seat. Nggak perlu pakai bantal bagi yang pendek.
Kenalilah dulu tombol-tombolnya, pelajari head unitnya yang cukup rumit sehingga saat mobil sudah berjalan tidak usah mengutak-atiknya karena bisa membahayakan perjalanan.
Injak rem, tekan tombol start sekali saja maka mesin akan menyala. Di luar dugaan saya tentang mobil bermesin diesel, ternyata suara dieselnya cukup halus, tidak begitu terasa getarannya. Bahkan yang cukup membuat saya kagum di hari berikutnya saya lihat knalpot ternyata tidak keluar asap hitam. Walau demikian bau asap diesel masih cukup khas dan mudah dibedakan dengan asap knalpot mobil bensin. Tapi jangan menghirupnya lama-lama ya karena bisa berbahaya.
Selama remote cukup dekat maka dipencet maka mesin akan menyala. Nah bagaimana ya kalau baterai remote habis?
Masukkan perseneling ke tuas D maka mobil akan berjalan. Ada 3 mode mengendarai yaitu ECO-NORMAL-POWER yang bisa diganti dengan menyentuh tombol di dekat tuas perseneling. Eco dipakai jika jalan macet, power jika sedang membutuhkan torsi atau tenaga yang lebih besar. Walau demikian saya belum bisa memperoleh perbedaan konsumsi BBM yang signifikan antara Eco dan Normal Mode.
Berpapasan dengan mobil-mobil lain, seperti CR-V, All New X-Trail dan Pajero Sport seperti berpapasan dengan mobil biasa, karena posisi duduk yang cukup tinggi. Bahkan perasaan mobil yang lebih tinggi hanyalah bus-bus dan truk saja..!
Mencoba melewati jalur sempit juga masih bisa dilalui walau belum cukup pede. Satu hal yang jelas berbeda adalah radius putar, terutama jika akan U-turn maka sangat terasa bahwa kita sedang membawa mobil bongsor. Dibutuhkan ancang-ancang sebelum U-Turn supaya bisa sekali jadi.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar